Tampilkan postingan dengan label Ulama'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama'. Tampilkan semua postingan

02/02/13

IBNU HAJAR AL-ASQALANI (W. 852 H) BERCERITA TENTANG IBNU TAIMIYYAH (W. 728 H)

0

  • Kitab: ad-Durar al-Kaminah fi A'yani al-Mi'ah as-Tsaminah
  • Pengarang: Ibnu Hajar Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Hajar al-Asqalani (w. 852 H
  • Download: Klik
  • Keterangan: Kitab karya Ibnu Hajar ini bercerita tentang Ulama'-Ulama' yang yang hidup dari tahun 101 sampai sekitar 800an Hijriyyah. Tak hanya Ulama' saja, Ibnu Hajar juga bercerita tentang sejarah para Raja, Menteri, para penulis kitab, Sastrawan, Penyair dan lain sebagainya. Diantara Ulama' yang diceritakan oleh Ibnu hajar (w. 852 H) di kitab ini adalah Ibnu Taymiyyah al-Harrani (w. 728 H).

Baca Selengkapnya >>


11/01/13

SIAPAKAH ANDA WAHAI KIYAI?

0



Ketika mencium tangan dipermasalahkan

*******
“Kalo kepala kita sudah diusap Kiyai, seolah ada jaminan kamu pasti surga. Sehingga berebut mereka mencium tangan kiyainya. Dan kiyainyapun seolah-olah memberikan pemahaman kepada muridnya dengan mudahnya tangannya selalu diangkat untuk dicium oleh murid-muridnya. Bahkan kadang-kadang tangannya dibawah agar muridnya ruku’ mencium tangannya itu.

Siapa anda wahai kiyai?

Baca Selengkapnya >>


07/01/13

ANTARA IBNU AL-JAUZI DAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH

0

Siapa yang tak kenal dengan nama kedua Ulama' ini? Namanya begitu sering menghiasi kitab-kitab yang dikarang oleh Ulama' setelahnya. Itu menandakan bahwa kedua Ulama' ini memang diakui kemasyhurannya oleh generasi setelahnya.

Tapi, tak jarang masih ada diantara kita yang salah atau kurang tepat menyebut keduanya. Sering juga terbalik-balik. Kedua Ulama' itu adalah Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H. Mereka berdua termasuk Ulama' Madzhab Hanbali.

Baca Selengkapnya >>


05/01/13

KITAB RAUDHATU AN-NADZIR WA JUNNATU AL-MUNADZIR

1


Raudlatu an-Nadzir wa Junnatu al-Munadzir; Tamannya para pemikir dan perisainya para pendebat, dari judulnya terbayang isinya.

Iya, kitab yang terbilang masyhur dalam Uhsul Fiqh madzhab Hanbali. Kitab ini dikarang oleh Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Quddamah al-Maqdisy al-Hanbaly atau yang lebih terkenal dengan laqab Muwaffaq ad-Din Ibnu Quddamah (w. 620 H).

Baca Selengkapnya >>


03/01/13

ANTARA KITAB FIQIH SUNNAH DAN SHAHIH FIQIH SUNNAH

3

Fiqih Sunnah

Mungkin banyak yang belum mengetahui perbedaan dua kitab ini. Ada yang menganggap kedua kitab ini sama, ada juga yang menyangka kitab Shahih Fiqih Sunnah adalah penyempurna dari Fiqih Sunnah. Padahal kedua kitab ini sebenarnya berbeda. 

Kedua kitab ini bisa dikatakan sama-sama terkenal dan penting. Kitab Fiqih Sunnah lebih dikenal di kalangan teman-teman Ikhwanul Muslimin, sedangkan Kitab Shahih Fiqih Sunnah lebih banyak dikenal teman-teman Salafy. Kedua kitab diatas bukanlah kitab Turats, artinya kitab diatas dikarang oleh Ulama’ zaman ini.


Baca Selengkapnya >>


01/01/13

ANTARA AL-HAITSAMI, AL-HAITAMI DAN AL-ASQALANI

0


Banyak dari kita masih belum bisa membedakan siapakah Ibnu Hajar al-Asqalani, Ibnu Hajar al-Haitami, apakah sama dengan al-Haitsami. Sesuatu yang sederhana memang. Mereka adalah tiga Ulama’ yang berbeda. Tetapi sama-sama berasal dari Mesir dan bermadzhab Syafi’i.

Baca Selengkapnya >>


16/05/12

SILSILAH KITAB SYAFI’IYYAH

1


salah satu karya Ulama' Indonesia

Tak bisa dipungkiri bahwa Muslim Indonesia mayoritas bermadzhab Syafi'i. Tapi apakah mereka tahu seperti apa itu madzab Syafi'i?. Apakah kitab-kitab induk madzhab ini? Jangan sampai ah !! kita mengaku bermadzhab Syafi'i tetapi tidak tahu kitab-kitab syafi'i. kecuali kalo mengakunya madzhab ahli hadits. kan tinggal menyebutkan  kitab-kitab hadits saja semisal kitab shohih Bukhori, Shohih Muslim, atau kitab-kitab Shohih [yang baru] seperti : Shohih Sunan Abi daud, Shohih Sunan Ibni Majah, Shohih SunanTirmidzi, Shohih Sunan Nasa’i, Shohih Jami’ Shoghir atau yang lainnya.

Baca Selengkapnya >>


15/05/12

NGAJI KITAB "TA'LIMUL MUTA'ALLIM" era digital

4




*apa bedanya santri dahulu dengan sekarang?


“Bismillahi kelawan nyebut asma Allah, Arrohmani kang welas asih ingdalem donyo lan akherat, Arrohimi kang welas asih ingdalem akhirat beloko.”

Suara penuh keikhlasan itu, selalu teringiang sampai sekarang. Suara khas pak kiyaiku zaman baheula kala ngaji di Langgar [musholla kampung]. Anak-anak duduk bersila menghadap sang kiyai yang asyik bergelut mengarungi alam pemikiran sang pengarang kitab kuning. dengan teliti dan telaten, kiyaiku memaknai satu kalimat per-kalimat. Memaknainya pun tak sekedar menterjemahkan belaka. Tetapi sekaligus dibaca kedudukan katanya [tarkib] dalam sebuah kalimat. 

Baca Selengkapnya >>