Tampilkan postingan dengan label hadits ahkam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadits ahkam. Tampilkan semua postingan

11/01/13

SIAPAKAH ANDA WAHAI KIYAI?

0



Ketika mencium tangan dipermasalahkan

*******
“Kalo kepala kita sudah diusap Kiyai, seolah ada jaminan kamu pasti surga. Sehingga berebut mereka mencium tangan kiyainya. Dan kiyainyapun seolah-olah memberikan pemahaman kepada muridnya dengan mudahnya tangannya selalu diangkat untuk dicium oleh murid-muridnya. Bahkan kadang-kadang tangannya dibawah agar muridnya ruku’ mencium tangannya itu.

Siapa anda wahai kiyai?

Baca Selengkapnya >>


17/05/12

MEMAHAMI KEMBALI MAKNA "JIKA SHAHIH SUATU HADITS MAKA ITULAH MADZHABKU"

1



“bukankah Imam syafi’i sendiri bilang , jika hadits itu shahih maka itu adalah madzhabku?”
“iya, tidak hanya imam syafi’i malah . keempat imam madzhab pun barkata serupa !”
“kalo begitu, ada kemungkinan mereka salah donk dalam berijtihad!”
“iya memang, itu benar sekali. Tetapi mari kita lihat uraian dibawah ini!!”

Baca Selengkapnya >>


13/05/12

BID’AH HASANAH DAN SUNNAH SAYYIAH; apakah hukumnya? (bagian 1)

0



ISU SENSITIF

Bahasan menganai bid’ah telah menjadi sebuah bahasan yang super sensitif di kalangan umat Islam dari dulu hingga sekarang. Satu kelompok bisa mengangap sesat kelompok lain, satu kelompok bisa mengkafirkan bahkan mengahalalkan darahnya karena berbeda pandangan dalam masalah bid’ah. Sayangnya, tidak ada cukup kesempatan untuk mengadakan sebuah dialog. Kalaupun ada, maka dialog tersebut kebanyakan mengutamakan unsur egosentris daripada pemecahan masalah yang diijtihadkan, sehingga titik temu yang diharapkan,  sama sekali tidak nampak. Malah justru terlihat seperti perdebatan menang-kalah.

Baca Selengkapnya >>


10/05/12

BOLEHKAH MEMBACA SURAT YASIN KEPADA ORANG YANG AKAN MENINGGAL?

1


PROLOG

MATI, Siapakah yang tidak takut dengan kata itu. Banyak orang menggunakan berbagai cara untuk menghindar bertemu dengannya. Kenapa takut? “Ada pepatah bilang: Manusia itu menjadi musuh dari apa yag belum diketahuinya”[1], takut karena memang semua belum pernah menemuinya, takut karena akan berpisah dengan orang-orang tercinta, takut karena belum yakin telah banyak banyak kebaikan yang dikerjakannya, takut karena masih banyak dosa yang belum ditaubatinya.

Baca Selengkapnya >>